Ini rasanya kerja di Swedia
1001 SwediaPosted by aku Tue, October 09, 2007 10:21:19Bagaimana rasanya kerja di Swedia?
Orang swedia masuk kantor mulai jam 08:00 - 17:00, resminya. Mereka biasanya ngak pernah telat masuk kantor tapi pulangnya sering telat alias lembur. Kinerja orang swedia boleh dibilang sangatlah tinggi, menurut pengalaman pribadi di tempat kerja. Mungkin tidak setinggi orang jepang. Pengalaman pribadi mengatakan, lebih enak kerja dengan orang swedia daripada jepang.
Selama berada dikantor, orang swedia akan bekerja berdasarkan rencana kerja hariannya. Orang swedia biasanya punya rencana kerja harian, mingguan, bulanan dan tahunan. Dan rencana tersebut selalu di patuhi. Berani bilang semua orang swedia punya kalender kecil yang selalu dibawa kemana-mana. Selama jam kantor, biasanya mereka bekerja dengan tekun. Tak ada yang ngobrol buang2 waktu. Kantor rasanya sunyi senyap, yang terdengar hanya suara halus deru komputer dan pengatur suhu ruangan. Kantor baru mulai ramai ketika jam istirahat tiba. Jam istirahat ada 3 kali sehari, jam 10 pagi (istirahat 15 menit), jam 12 siang (makan siang 1 jam) dan jam 15 sore (istirahat 15 menit). Biasanya semua berkumpul di ruang makan saat jam istirahat tsb untuk minum teh, kopi atau makan siang diiringi dengan acara ngobrol. Di tempat kerjaku selalu tersedia buah-buahan yang bisa di makan oleh siapa saja dikantor. Waktu2 seperti inilah yang dipakai orang swedia untuk saling mengenal sesama teman kantornya secara pribadi terlepas dari embel2 posisinya dikantor.
Dengan mudah bisa dikatakan bahwa orang swedia gila kerja. Tapi ya, biasanya mereka tidak membawa pulang pekerjaan kerumah. Pekerjaan itu urusan kantor, kalau pulang kerumah ada urusan rumah juga. Istilahnya, mencoba menemukan keseimbangan antara kehidupan dikantor dan kehidupan pribadi. Kecuali untuk yang memiliki perusahaan sendiri. Kebanyakan orang swedia memiliki perusahaan sendiri, perusahaan yang pegawainya hanya dia seorang dan kantornya biasanya dirumah sendiri.
Seperti di kantor manapun di dunia ini, maka di swedia juga ada, walaupun sangatlah jarang, yang namanya gosip2 dan penghinaan yang terjadi antara pegawai. Orang swedia kan juga manusia. Tapi biasanya konflik2 seperti itu diselesaikan dengan cepat karena konflik2 seperti itu biasanya sangatlah menghambat kinerja seseorang.
Komunikasi antara pegawai dengan bosnya juga ada. Setiap orang punya hak untuk melakukan negosiasi kenaikan gajinya atau promosi jabatan dengan catatan dia punya alasan yang kuat dan bukti hasil kerjanya. Kalau alasan dan bukti tersebut diterima oleh sang bos maka kita akan memperoleh kenaikan gaji. Kalau tidak, kita akan memperoleh upan-balik tentang apa yang perlu kita perbaiki untuk bisa di naikkan gaji atau di promosikan. setelah itu kita bisa mencoba lagi.
Cara berpakaian dikantor sangatlah beda dengan di indonesia. Di sini, kita bisa pakai baju apa saja sesuai dengan kepribadian kita tapi yang bersih dan sopan. Kecuali kalau ada rapat2 penting atau kunjungan2 pemegang saham. Bos aku saja biasanya pakai jins dan kaos oblong serta baju hangat. Bagi yang beragama islam dan memakai jilbab, kadang2 masih sangat sulit di terima di lingkup kerja di swedia. Memang sih di instansi2 atau perusahaan2 tertentu sudah mulai diperbolehkannya pegawai wanita yang memakai jilbab untuk mengenakan jilbabnya saat jam kantor. Tapi masih dianggap aneh.
Setiap pekerja di swedia punya jatah cuti maksimal 5 minggu/tahun. Jatah cuti ini yang biasanya dimanfaatkan dengan benar untuk menikmati kebebasan hidup di luar jam kerja. Selesaikan proyek pribadi atau melancong. Dengan cuti ini diharapkan orang2 akan kembali ke dunia kerja dengan semangat dan ide2 baru.
- Comments(2)http://kabarku.fajaru.com/#post77

