1001 SwediaPosted by aku Wed, January 09, 2008 17:26:42Sudah bukan rahasia lagi kalau beli barang, apalagi pakaian, di Swedia mahal sekali. Ini jika perbandingan dilakukan antara Swedia dan Indonesia atau negara di asia tenggara lainnya. Namun bila kita memang terpaksa harus beli di Swedia, maka ada saat-saat dimana kita bisa dapat harga yang murah banget.
Setiap tahun di Swedia ada sekitar 4 kali waktu sale atau obral. Prinsipnya setiap pergantian musim ada obral. Namun obral yang paling besar saat pergantian musim panas ke musim gugur dan saat setelah selesai natal dan tahun baru. Sale dalam bahasa Swedia disebut REA. Nah kalau kamu sudah lihat tanda REA berarti silahkan berburu barang murah.
Biasanya orang paling tertarik beli baju dan sepatu. Ditoko mana saja tergantung kwalitas dan merek barang dan tentu saja tebalnya dompetmu. Biasanya obralnya bervariasi antara 30-70 % tergantung saat obralnya. Kalau mau beli pakaian untuk musim dingin dengan harga yang sangat murah, maka biasanya orang membelinya saat obral pergantian musim dari musim dingin ke musim semi. Sekitar bulan mei. Tapi kalau kita sabar, bisa dapat harga yang masih jauh dibawah sangat murah saat bulan juni-juli. Nanti ketika memasuki bulan oktober, maka akan ada obral lagi untuk pakaian musim panas. walaupun begitu, kadang-kadang kita masih bisa dapat yang murah banget ketika saat obral setelah tahun baru. obralnya bisa sampai 75-80%. Yang penting punya kesabaran dan rajin cuci mata di toko.
Kalau kamu butuh baju musim dingin, semacam jaket dan teman-temannya. Kamu bisa mengunjungi toko seperti Stadium ( khusus untuk yang sportif), Hennes&Mauritz, trus ada Malmström&Camilla ( yang ini berisi pakaian bermerek seperti Esprit, Jackpot, Part Two, Park Lane, Mexx, dsb). Kalau kamu pengen yang lebih bermerek lagi silahkan saja masuk keluar butik-butik kecil di sekeliling kota. Selain itu ada juga MQ yang menjual pakaian untuk orang muda. trus ada juga JC yang khusus menjual jeans. Buat para cewek ada toko seperti GinaTrikot, Vila, VeroModa. dsb.
Selama hidup di sini, sangat jarang terjadi aku beli baju dengan harga penuh. Selalu obral....soalnya berasa sekali kalau pakai baju mahal. Tapi tergantung juga pribadi masing-masing. Maksudnya adalah apakah kamu termasuk orang yang makan merek atau tidak. Tapi walaupun begitu rasanya geli juga ketika seseorang pakai pakaian dengan merek dan kwalitas yang sama dengan punyamu, bedanya hanyalah orang tersebut membayar harga penuh sedangkan kamu membayar ½ atau 3/4 harganya. Puas dech nih hati. Hanya saja ketika musim obral datang, kita harus cepat-cepat beli baju atau barang yang kita butuhkan karena kadang-kadang ukuran atau model yang pas dan kita sukai hanya ada satu atau dua biji.
Tapi ingat, saat obral bukan berarti kita harus menghambur-hamburkan duit untuk sesuatu yang tidak kita butuhkan. Benar ngak?
1001 SwediaPosted by aku Thu, December 13, 2007 11:00:43Orang Swedia pada umumnya bukanlah orang yang mempraktikan ajaran agamanya setiap hari. Maksudnya walaupun mereka mengaku beragama kristen tapi tidak pernah pergi ke gereja atau memperdalam ilmu agamanya. Entah apa alasan mereka. Tapi walaupun mereka bukannya orang yg fanatik akan agamanya, tapi mereka fanatik sekali dengan perayaan natal mereka. Fanatik disini maksudnya bukanlah mereka pergi ke beribadah ekstra tapi soal bagaimana mereka merayakan natal tsb semeriah mungkin.
Natal dirayakan disini tgl 24 desember, saat itu adalah saat dimana seluruh anggota keluarga berkumpul dan bersenda gurau. Tak ada segi religiusnya sama sekali hanya berisi makan, minum, ngobrol dan bagi-bagi hadiah. Biasanya yg paling senang saat natal adalah anak-anak. Yang menarik sebenarnya bukanlah natal tersebut tapi hari-hari sebelum natal tiba. Menarik melihat orang-orang sibuk menghiasi rumahnya sebagus mungkin. Biasanya bulan November dan Desember adalah bulan dimana pemakaian energi listrik melonjak naik. Yap, sudah bisa ditebak gara-gara pemakaian lampu hias yg banyak sekali. Saat menjelang nantal inilah saat dimana sering juga terjadi kebakaran rumah atau apartemen. Alasannya simpel saja, karena kebiasaan orang Swedia pasang lilin menjelang natal. Lilin tersebut akan dinyalakan setiap hari sampai saat natal tiba.
Kayaknya natal bagi orang Swedia merupakan momen komersial, maksudnya yang dipikirkan orang Swedia tuh adalah hadiah apa yang aku inginkan dari saudara-saudaraku, dan sebaliknya. Biasanya, orang Swedia tuh punya daftar hadiah apa yang mereka mau yang akan diberikan pada orang-orang terdekatnya yang mungkin saja akan diterima pada malam natal. Menurut laporan terakhir di tv lokal, rata-rata orang Swedia mengeluarkan uang sekitar 6 000 kronor [1 krona = 1000 rupiah] untuk membeli hadiah-hadiah tersebut. Dan ironisnya, banyak orang Swedia yang memilih berhutang untuk bisa membeli hadiah yg banyak dan mahal. Masalahnya juga, saat menjelang natal ini adalah saat dimana para pemilik toko mengeluarkan banyak dana untuk kampanye penjualan produk-produk di tokonya. Kampanyenya kencang sekali sampai kita para konsumen bisa jadi mabuk kepayang.
Natal juga identik dengan makan enak dan banyaaaaaaaaak sekali. Walaupun aku dan suami bukanlah orang yang merayakan natal, tapi kalau kami berada di Swedia saat natal, maka kami biasanya datang ke rumah keluarga untuk makan malam. Saat ini adalah saat ketemu dengan seluruh anggota keluarga besar yang biasanya jarang bertemu. Dimeja makan orang Swedia saat natal, ada makan wajib mereka julskinka atau babi panggang [tapi tidak semua orang Swedia makan julskinka] , bakso goreng [yang biasanya terbuat dari daging sapi campur babi] atau köttbullar, acar ikan berbagai bumbu atau sill, Ikan salmon asap, serta berbagai macam sosis. Selain itu ada banyak kue dan coklat. Dikeluarga besarku disini, karena ada 3 orang muslim, maka makanan kami dimasak tersendiri. Acar ikan serta ikan salmon biasanya beli yang sudah jadi.
Setelah makan biasanya orang Swedia nonton film kartu Donald Bebek yang dalam bahasa swedianya disebut Kalle Anka. Setelah itu baru bagi-bagi hadiah. Habis bagi-bagi hadiah, minum kopi dan makan kue setelah itu pulang.
Begitulah natalnya orang Swedia. Beda tidak dengan natalnya kalian di Indonesia?